
Pernahkah Anda membaca sebuah berita dan merasa langsung paham inti peristiwanya hanya dalam beberapa kalimat pertama? Atau sebaliknya, Anda menemukan artikel yang bertele-tele dan membuat Anda kehilangan minat? Perbedaan ini seringkali terletak pada penguasaan teknik menulis berita. Keterampilan ini bukan hanya milik para jurnalis profesional, tetapi juga sangat berguna bagi siapa saja yang ingin menyampaikan informasi secara efektif, baik untuk website, media sosial, maupun laporan kegiatan.
Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan menyajikan fakta secara menarik dan terstruktur menjadi nilai lebih. Artikel ini akan memandu Anda melalui berbagai aspek penting dalam penulisan berita, dari fondasi dasar hingga tips praktis agar tulisan Anda tidak hanya dibaca, tetapi juga dipercaya.
Memahami Fondasi: Unsur Wajib dalam Setiap Berita

Sebelum membahas gaya bahasa atau struktur, kita harus kembali ke dasar. Setiap peristiwa yang layak menjadi berita harus mengandung elemen-elemen penting yang dikenal dengan rumus 5W+1H . Elemen ini adalah fondasi bangunan berita Anda.
- What (Apa): Peristiwa apa yang terjadi?
- Who (Siapa): Siapa saja tokoh atau pihak yang terlibat?
- When (Kapan): Kapan waktu kejadiannya?
- Where (Di mana): Di mana lokasi peristiwa berlangsung?
- Why (Mengapa): Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa latar belakangnya?
- How (Bagaimana): Bagaimana proses atau kronologi kejadiannya?
Memastikan semua unsur ini terjawab dalam tulisan Anda adalah langkah pertama untuk menghasilkan berita yang lengkap dan informatif. Jangan sampai pembaca justru bertanya-tanya setelah selesai membaca.
Lebih dari Sekadar 5W+1H: Verifikasi dan Akurasi
Selain kelengkapan unsur, menulis berita yang benar menuntut komitmen pada fakta. Informasi harus melalui proses verifikasi (check and recheck) dari sumber yang kredibel untuk menjaga integritas tulisan . Di tengah maraknya hoaks, akurasi adalah mata uang paling berharga bagi seorang penulis.
Struktur Piramida Terbalik: Strategi Jitu Menarik Pembaca

Inilah inti dari teknik menulis berita yang paling fundamental: struktur piramida terbalik . Konsep ini menyusun informasi dari yang terpenting menuju yang kurang penting. Mengapa demikian? Karena pembaca modern memiliki waktu terbatas. Mereka ingin mendapatkan inti berita secepat mungkin.
1. Judul (Headline)
Ini adalah gerbang utama. Judul harus mampu mencerminkan inti berita secara singkat, padat, dan tentunya menarik perhatian . Judul yang baik menggunakan kata-kata kunci dan membuat orang penasaran untuk membaca lebih lanjut.
2. Teras Berita (Lead)
Teras berita adalah paragraf pertama yang memuat unsur 5W+1H paling krusial . Di sinilah Anda menjawab pertanyaan paling mendasar dari sebuah peristiwa. Sebagai contoh, jika Anda menulis tentang kebakaran, lead yang baik akan langsung menyebutkan apa yang terbakar, di mana, kapan, dan apa dampak awalnya . Lead yang kuat akan “mengait” pembaca dan membuat mereka ingin tahu detailnya.
3. Tubuh Berita (Body)
Setelah lead, bagian ini berisi penjelasan lebih rinci, kutipan dari narasumber, data pendukung, dan konteks tambahan . Informasi di sini bersifat melengkapi apa yang sudah disampaikan di awal.
4. Penutup
Bagian akhir bisa berisi informasi tambahan yang bersifat kurang penting atau proyeksi ke depan. Dengan struktur ini, meskipun pembaca berhenti di tengah artikel, mereka sudah mendapatkan inti beritanya .
Teknik Menulis yang Efektif: Bahasa, Kutipan, dan Sudut Pandang

Setelah strukturnya benar, kita perlu mengisi “kerangka” tersebut dengan “daging” yang berkualitas. Beberapa teknik penulisan berikut akan membantu Anda menyajikan berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga enak dibaca.
– Gunakan Bahasa yang Lugas dan Netral
Dalam penulisan berita, Anda adalah pelapor fakta, bukan pemberi opini. Gunakan kalimat-kalimat yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan . Hindari kata-kata bermajas berlebihan atau istilah teknis yang sulit. Tugas Anda adalah menyampaikan, bukan mempengaruhi pembaca dengan opini pribadi .
– Manfaatkan Kekuatan Kutipan
Kutipan langsung dari narasumber menghidupkan suasana berita dan menambah kredibilitas . Pastikan kutipan tersebut relevan dan diucapkan langsung oleh sumber yang berkompeten. Kutipan bisa menjadi “bumbu” yang membuat tulisan Anda terasa lebih otentik.
– Pilih Sudut Pandang yang Tepat
Sebuah peristiwa bisa dilihat dari berbagai sisi. Sebelum menulis, tentukan angle atau sudut pandang yang akan Anda ambil . Jangan terpaku pada satu cara pandang. Cobalah melihat peristiwa dari perspektif yang berbeda untuk menemukan sisi paling menarik dan relevan bagi pembaca Anda . Misalnya, berita tentang kenaikan harga BBM bisa di-angle dari dampaknya terhadap ibu rumah tangga, sopir angkutan umum, atau pengusaha UMKM.
– Variasi dan Transisi
Agar berita tidak monoton, variasikan panjang dan struktur kalimat Anda . Gunakan juga kata-kata transisi untuk menghubungkan antarparagraf sehingga alur informasi mengalir dengan mulus dan logis . Hal ini membuat pembaca nyaman mengikuti alur cerita Anda dari awal hingga akhir.
Selamat Menulis

Menguasai teknik menulis berita adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan instan. Dimulai dari pemahaman yang kuat tentang 5W+1H, penerapan struktur piramida terbalik, hingga penggunaan bahasa yang lugas dan pemilihan sudut pandang yang menarik. Kuncinya adalah terus berlatih dan tidak takut untuk memulai.
Mulailah dari hal-hal sederhana di sekitar Anda. Laporkan sebuah acara di lingkungan tempat tinggal, tulis ringkasan rapat organisasi, atau buat laporan kegiatan dengan struktur berita yang benar. Seiring waktu, Anda akan menemukan gaya menulis sendiri yang efektif dan mampu menyajikan informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan terpercaya. Selamat menulis.